EnglishIndonesian

Sekilas KECAP KORMA

Atas arahan dari Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik, kecap KORMA dibuat pertama kali pada tahun 1948 oleh Ibu Khadijah binti Ahmad Assegaf. Perempuan asal Pati, Jawa Tengah yang tinggal di Solo dengan 8 orang anak.

Pada awalnya pemasaran hanya dilakukan di sekitar Solo, kemudian pada tahun 1975 mulai masuk ke Jakarta, tepatnya di Tanah Abang dan Kebon Kacang.

Pada tahun 1978 Kecap KORMA mengoperasikan pabrik sekaligus kantor sebagai pusat aktivitasnya di Jalan M. Saidi No.39, Petukangan, hingga kini.

Di tahun 1988 marak pemberitaan adanya temuan gelatin babi pada produk kecap manis. Kecap KORMA yang sedari awal berkomitmen memberikan produk halal dan berkualitas mendapat animo positif dari konsumen yang mulai melirik kecap manis halal.

  • Diproduksi oleh PT Korma Jaya Utama sejak tahun 1948
  • Pabrik berlokasi di Jakarta dan Solo
  • Kecap manis cap KORMA (kecap KORMA) hadir sebagai produk unggulan bagi konsumen muslim Indonesia
  • Terbuat dari bahan baku alami terbaik dan diracik menggunakan resep leluhur kemudian dijaga dalam proses fermentasi yang juga alami
  • Dipasarkan kepada pasar retail modern dan tradisional
  • Tagline kecap KORMA: ADA KEBAIKAN DALAM SETIAP KELEZATANNYA

Sejarah Kecap di Indonesia

Menurut bukuHistory of Soy Sauceyang ditulis oleh William Shurtleff dan Akiko Aoyagi, sejarah kecap bisa ditarik sejak abad ke 3 di jazirah Tiongkok. Kemudian kecap tersebar ke seluruh dataran Asia. Jepang lantas menjadi salah satu negara produsen kecap terbesar.


Kecap mulai masuk Nusantara pada 1737. Saat itu serikat dagang Hindia Belanda membawa kecap ke Batavia (sekarang Jakarta), untuk kemudian dikemas dan dikirim ke Amsterdam. Namun, diperkirakan kecap sudah masuk Nusantara jauh sebelum itu, dibawa oleh imigran dari Tiongkok.


Kecap Cap Istana (d.h. Teng Giok Seng) adalah merek kecap tertua di Indonesia. Pabrik ini didirikan oleh Teng Hay Soey pada 1882, yang kemudian diambil alih oleh Giok Seng.


Banyak perusahaan kecap yang berusia lama, bahkan sampai ratusan tahun. Selain Istana (1882), Cap Orang Jual Sate (1889), SH (1920), ada juga Cap Bango yang sudah ada sejak 1928, Cap Zebra yang berdiri pada 1945, hingga Maja Menjangan yang lahir pada 1940.

Kata kecap ala Nusantara muncul di dunia Barat pada 1680, ditulis oleh seorang pengacara dan penulis bernama William Petyt. "Dan kita sekarang punya sawce(saus) yang disebutcatch-up dari Hindia Timur, dijual di Guinea dalam bentuk botolan". Catch up yang kemudian dikenal sebagai ketjap, lalu jadi kecap, diperkirakan serapan dari kata Hokkian ke chiap/ kicap/ kitjap.


“Awalnya warga dari Tiongkok menjual kecap asin. Namun ternyata tidak laku karena orang Indonesia lebih suka rasa manis. Karena itu ditambahkan gula merah,”.


Banyak orang kemudian mulai memodifikasi kecap sesuai selera Nusantara. Lahirlah apa yang disebut sebagai kecap manis. Kecap ini hanya bisa ditemukan di Indonesia. Di banyak definisi, kecap manis yang di dunia internasional dikenal dengan sebutansweet soy sauce, diartikan sebagai"...Indonesian sweetened aromatic soy sauce." 

Kecap manis unik karena tiga faktor yang tak bisa ditemukan di kecap lain. Pertama, kecap manis mengandung gula merah, atau gula aren. Kedua, kecap manis dididihkan dalam waktu yang lama (4 sampai 5 jam) yang kemudian dicampur lagi dengan gula untuk membuatnya kental. Ketiga, kecap manis juga dicampur dengan aneka bumbu dan rempah, bahkan konon juga dicampur dengan kaldu ikan atau kaldu ayam. Tak heran kalau rasanya begitu kaya.


Buku lawas, Pemimpin Pengoesaha Tanah (1915) mencantumkan bahan baku pembuatan kecap, yakni: ground fish(ikan yang hidup di dasar air, di buku itu dituliskan contohnya: ikan pikak), jamur kuping, daun salam, daun pandan, laos, jahe, sereh, bawang merah, dan suwiran daging ayam. Di berbagai babad soal kecap, bahan lain yang kerap disertakan sebagai bahan baku adalah bunga lawang, ketumbar, akar laos, hingga kepayang, alias kluwek. Tentu beda merek kecap, beda pula racikan resepnya.

VISI dan MISI

VISI:

  • Menjadi perusahaan penghasil kecap berskala nasional dan internasional dengan konsep Islami halal, thayyiban, zakat dan infaq.
  • Menjaga kelestarian resep dan kearifan budaya nusantara dengan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja lokal untuk menciptakan produk berkualitas tinggi.

MISI:

  • Menerapkan strategi pemasaran berkelanjutan yang  lebih luas untuk  membangun citra merek perusahaan.
  • Menjaga dan mengembangkan jaringan pemasaran serta logistik bahan baku yang mapan.
  • Menjamin kualitas produk dan layanan untuk menciptakan kepercayaan publik terhadap perusahaan.
  • Bertumbuh dengan memberikan kontribusi yang positif bagi bagi pekerja, lingkungan dan masyarakat sekitar tempat usaha dikembangkan.

Industri Kecap di Indonesia

  • Pangsa pasar kecap sangat besar. Menurut Kementerian Perindustrian, pasar kecap di Indonesia di tahun 2015 bernilai Rp 7,1 triliun.
  • Menurut lembaga riset pasar Euromonitor International, sekitar 65 persen pasar kecap di Indonesia dikuasai oleh Bango (Unilever) dan ABC (Heinz). 
  • Ada sekitar 339 pabrik kecap di Indonesia pada 1995. Namun menurut Kementerian Perindustrian, pada 2015 hanya ada 94 perusahaan kecap skala menengah-besar.
  • Ada berbagai alasan kenapa perusahaan kecap skala kecil dan menengah ini susah berkembang. Salah satunya karena tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kendala promosi.
  • Selain masalah promosi, harga bahan baku seperti kedelai dan gula aren yang naik drastis juga menyebabkan perusahaan kecap kecil mulai stagnan, menurun produksinya.

Keunggulan Produk

Halal

Dewasa ini hampir semua produk kecap manis di Indonesia memiliki sertifikat halal dari MUI dan BPOM RI, namun pelanggan setia Kecap Cap KORMA paham betul bahwa produk inilah satu-satunya produk Kecap Cap Korma dengan citra yang kuat sebagai produk halal kepercayaan umat, bahkan sebelum label Halal MUI diperkenalkan.

THAYYIBAN

Pemanfaatan tenaga kerja lokal di sekitar area pabrik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Produk yang tidak hanya baik bagi pengguna, namun juga bagi seluruh pihak yang terkait dari penyedia bahan baku, pekerja, pengolah dan masyarakat sekitar.

"...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." (Q.S Al-Maidah: 2)

Lezat

Menggunakan bahan2 baku pilihan berkualitas tinggi. Kedelai hitam digunakan sebagai bahan dasar Kecap Cap Korma karena terbukti mengandung kadar asam amino dan glutamat yang lebih tinggi dibanding kedelai biasa, sehingga menciptakan tingkat kelezatan dan sari rasa yang yang lebih tajam dan nikmat.

 

INFAQ

Setiap pembelian produk akan digunakan sebesar 2,5% untuk layanan infaq.

"Infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." – (Q.S Al-Baqarah: 195)

Bahan Alami

Bahan baku yang digunakan oleh Kecap Cap Korma 100% berasal dari produk lokal alami nusantara kualitas terbaik yang bersifat Non-transgenik, Non-essence, Non-GMO (Genetically Modified Organism). Sangat aman dan bermanfaat bagi keseimbangan gizi tubuh ketika dikonsumsi.

SEDEKAH

Perusahaan juga melakukan kegiatan amal-sedekah melalui yayasan dan kejasama dengan berbagai komunitas Majelis Taklim di lingkungan JABOTABEK, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Pulau Madura. Sedikitnya 5 unit mobil ambulance sudah disumbangkan oleh perusahaan untuk membantu beban terkait kesehatan masyarakat di Pulau Madura. 

"Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah akan melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan." – (Q.S Al-Baqarah: 245)

 

 

Liputan Media

Majalah SWA

Media Online

Proses Produksi

Kami bangga terhadap komitmen kami dalam menyediakan produk halal berkualitas mutu internasional bagi para pelanggan setia melalui tangan-tangan handal para pekerja lokal kami. Ditengah pandemi COVID-19, standard kerja kami yang bersih, rapi, aman dan profesional terbukti ampuh untuk tetap bertahan dan berkembang. Dengan kewaspadaan ekstra ditengah pandemi COVID-19, prosedur kerja produksi yang bersih dan aman terus kami jaga.